Dalam bahasan
kali ini, kita akan membahas mengenai pembagian suku banyak. Dalam hal ini,
pembagian suku banyak yang akan dibahas kita batasi dari segi pembaginya yaitu,
pembagian suku banyak dengan (x – k), (ax + b), dan (ax2 + bx + c)
Pembagian dengan (x – k)
Jika pembagi
suatu suku banyak/polinomial adalah (x – k), maka persamaan pembagian dapat
dituliskan sebagai berikut
f(x) = P(x) H(x) + S
atau
f(x) = (x – k) H(x) + S
Dimana f(x) merupakan suku banyak, (x – k) adalah pembaginya, H(x) adalah hasil baginya, dan S merupakan sisa pembagiannya. Oleh karena pembagi P(x) = x – k berderajat satu, maka sisa S maksimum berderajat nol atau berupa suatu konstanta yang tidak memuat variabel. Dari bentuk di atas kita akan mendapatkan Teorema Sisa 1 berikut
Teorema Sisa 1
Jika suku banyak f(x) dibagi (x – k), maka sisa pembagiannya adalah S = f(k)
Bukti:
f(x) = (x – k) H(x) + S
f(k) = (k – k) H(x) + S
f(k) = 0 H(x) + S
f(k) = S
Jadi, terbukti S = f(k)
Dengan kata lain kita akan mendapatkan sisa dari suatu pembagian f(x) dengan pembagi (x – k) dengan mensubstitusi k ke suku banyak f(x)
Untuk menentukan hasil bagi dan sekaligus sisa pembagian dari suatu suku banyak kita dapat menggunakan dua cara yaitu cara pembagian biasa (cara bersusun) dan cara bagan atau horner/skema. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut
Contoh 1
Tentukanlah hasil bagi dan sisanya, jika:
x3 + 7x2 + 4 dibagi (x – 2)
Penyelesaian:
Cara Biasa

Jadi, hasil baginya H(x) = x2 + 9x + 18 dan sisa S = 40
Cara Skema/Horner
f(x) = P(x) H(x) + S
atau
f(x) = (x – k) H(x) + S
Dimana f(x) merupakan suku banyak, (x – k) adalah pembaginya, H(x) adalah hasil baginya, dan S merupakan sisa pembagiannya. Oleh karena pembagi P(x) = x – k berderajat satu, maka sisa S maksimum berderajat nol atau berupa suatu konstanta yang tidak memuat variabel. Dari bentuk di atas kita akan mendapatkan Teorema Sisa 1 berikut
Teorema Sisa 1
Jika suku banyak f(x) dibagi (x – k), maka sisa pembagiannya adalah S = f(k)
Bukti:
f(x) = (x – k) H(x) + S
f(k) = (k – k) H(x) + S
f(k) = 0 H(x) + S
f(k) = S
Jadi, terbukti S = f(k)
Dengan kata lain kita akan mendapatkan sisa dari suatu pembagian f(x) dengan pembagi (x – k) dengan mensubstitusi k ke suku banyak f(x)
Untuk menentukan hasil bagi dan sekaligus sisa pembagian dari suatu suku banyak kita dapat menggunakan dua cara yaitu cara pembagian biasa (cara bersusun) dan cara bagan atau horner/skema. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut
Contoh 1
Tentukanlah hasil bagi dan sisanya, jika:
x3 + 7x2 + 4 dibagi (x – 2)
Penyelesaian:
Cara Biasa

Jadi, hasil baginya H(x) = x2 + 9x + 18 dan sisa S = 40
Cara Skema/Horner
Jadi, hasil
baginya H(x) = x2 + 9x + 18 dan sisa S = 40
Dengan
menggunakan Teorema Sisa 1, kita juga dapat menentukan sisa pembagiannya yaitu:
S = f(x)
S = f(2)
=
(2)3 + 7(2)2 + 4
=
8 + 28 + 4
=
40
Pembagian dengan (ax + b)
Pembagian suku
banyak f(x) dengan (ax + b), dapat dinyatakan sebagai berikut
Nilai S (sisa)
dapat dinyatakan dengan Teorema Sisa 2 berikut
Teorema Sisa 2
Jika suku
banyak f(x) dibagi (ax + b), maka sisa pembagiannya adalah S = f ( -b/a )
Cara pembuktiannya
hampir sama dengan Teorema Sisa 1.
Untuk lebih
memahami pembagian suku banyak dengan (ax + b), perhatikan contoh berikut
Contoh 2
Tentukanlah
hasil bagi dan sisanya, jika 6x3 - 2x2 – x + 7 dibagi (3x + 2)
Penyelesaian:
Untuk
menyelesaiakan soal di atas akan digunakan dengan cara horner, untuk cara biasa
silahkan anda coba sendiri
Dari cara
horner di atas diperoleh H(x) = 6x2 – 6x + 3, sehingga hasil baginya
dan sisa
pembagiannya adalah 5
Pembagian dengan (ax2 + bx + c)
Pembagian suku banyak
dengan ax2 + bx + c, di mana a ≠ 0 dapat dilakukan dengan cara biasa
apabila ax2 + bx + c tidak dapat difaktorkan, sedangkan jika ax2 + bx + c dapat difaktorkan dapat dilakukan dengan cara Horner.
Dari pembagian dengan ax2 + bx + c ini diperoleh Teorema Sisa 3 yaitu
Teorema Sisa 3
Jika suatu suku
banyak f(x) dibagi (x – a)(x – b), maka sisanya adalah S = px + q di mana f(a)
= pa + q dan f(b) = pb + q
Dalam hal ini,
akan dibahas mengenai pembagian dengan cara biasa saja, karena lebih mudah digunakan
dan berikut adalah contohnya
Contoh 3
Tentukanlah
hasi bagi dan sisanya, jika 4x3 + x2 + 2x – 5 dibagi (x2 + 2x – 3)
Penyelesaian
Jadi, hasil
baginya 4x - 7 dan sisanya adalah 28x - 26
Berikut ini
adalah contoh soal lainnya yang berkaitan dengan pembagian suku banyak, yang
mungkin akan menambah pemahaman anda mengenai pembagian suku banyak
Contoh 4
Tentukan nilai
a sehingga 2x3 + x2 – 13x + a habis dibagi (x – 2), kemudian tentukan hasil baginya
Penyelesaian
Untuk
menyelesaikan soal di atas kita dapat menggunakan Teorema Sisa 1. Karena 2x3 + x2 – 13x + a habis dibagi (x – 2) maka sisanya 0. Kita
substitusikan x = 2 pada suku banyak
f(x) = S
f(2) = 0
2(2)3 + 22 – 13(2) + a = 0
16 + 4 - 26 + a
= 0
-6 + a = 0
a = 6
Sehingga, suku banyak
menjadi 2x3 + x2 – 13x + 6. Untuk menentukan hasil baginya kita dapat
menggunakan cara Horner
Jadi, nilai a
adalah 6 dan hasil baginya adalah 2x2 + 5x – 3
Contoh 5
Tentukanlah
nilai a dan b, jika x3 + ax + b habis dibagi (x2 + x + 1)
Penyelesaian
Karena x3 + ax + b habis dibagi (x2 + x + 1) maka sisanya adalah 0. Dengan menggunakan pembagian
cara biasa diperoleh
Dari, bentuk di
atas diperoleh
ax + x = -x
(a + 1)x = -x
a + 1 = -1
a = -2
dan
b = -1
Jadi, nilai a =
-2 dan b = -1
Sekian dan
semoga bermanfaat
Pembagian Pada Suku Banyak? Itu Mah Gampang!
Pernah kepikiran nggak sih kalau
konsep pembagian pada sukubanyak ini sama dengan konsep pembagian pada bilangan
bulat yang pernah
kita pelajari waktu SD? Coba
kita inget-inget lagi nih ya konsep pembagian pada bilangan bulat. Misalnya….
Kalau
kita bagi bilangan 261 dengan 7, berapa hasilnya? Berapa sisanya?
Kalau soalnya kaya yang di atas
ini pasti bisa dong ngerjainnya. Anak SD juga bisa
. Kita
pakai pembagian bersusun aja ya, kaya gini:
Dari sini juga ketahuan kalau hasil
baginya 37 dan sisa
baginya 2. Kalau gitu, kita bisa tulis pembagian tersebut begini kan:
Nah,
terus ruas kiri dan ruas kanan kita kali dengan 7, sehingga persamaannya
begini:
[Btw, udah tau kan kalau ruas kiri dan ruas kanan boleh dikaliin dengan 7 kaya contoh di atas? Ini konsep aljabar yang penting buanget di matematika. Konsep pindah ruas (tambah pindah ruas jadi kurang, bagi pindah ruas jadi kali, dsb) datangnya dari sini. Penting banget sih lo kuasain konsep aljabar yang satu ini. Coba deh tonton video sabda tentang postulat dasar matematika.]
Okay.. kita lanjut lagi. Jadi
kalau kita punya 4 bilangan berikut ini:
- Bilangan yang akan dibagi (contoh di atas = 261)
- Bilangan pembagi (contoh di atas = 7)
- Bilangan hasil bagi (contoh di atas = 37)
- Bilangan sisa (contoh di atas = 2)
Kita bisa bikin hubungan kaya
gini:
Bilangan
yang akan dibagi = (bilangan pembagi) x (bilangan hasil bagi) + bilangan sisa
Nah,
kalau kita pakai konsep ini untuk mengerjakan pembagian pada suku banyak, harusnya
sama ajadong.
Coba misalnya kita punya suku banyak gini:
Terus, kita mau coba bagi suku
banyak ini dengan
.
Kira-kira gimana hasil dan sisanya? Kita bagi pakai pembagian bersusun lagi deh (ceritanya
belum tau tentang Horner dan Teorema sisa, jadi pakai ini dulu).
Kelihatan kan kalau hasil
baginya adalah
dan
sisanya adalah
. Kalau
gitu, hubungan antar sukubanyak itu bisa kita tulis jadi:
Kedua
ruas kita kaliin dengan
sehingga
menjadi
Kelihatannya aja ribet. Padahal
sama aja polanya sama pembagian bilangan yang kita pelajari waktu SD. Makanya
rumusnya juga sama kalau kita ambil empat sukubanyak gini:
= Sukubanyak yang
akan dibagi 
= Sukubanyak
pembagi 
= Sukubanyak
hasil bagi 
= Sukubanyak sisa 
Persamaannya sama aja:
Atau kalau
, kita
bisa tulis persamaannya menjadi
TEOREMA SISA
Kalau lo udah bener-bener ngerti
persamaan di atas, baru deh gampang
banget untuk bisa mengerti konsep teorema sisa. Bunyi salah satu teorema sisa tuh gini:
Sukubanyak
P(x) jika dibagi dengan (x-h) maka sisanya adalah P(h)
Ya iya lah… coba aja masukin
nilai
di
persamaan (1), hasilnya pasti gini:
Kalau udah tau konsepnya, kita
nggak perlu heran kalau sisa pembagian terhadap
adalah
.
Tinggal masukin (substitusi) aja.
Sedikit tips
Nah, dari tulisan ini, ada
selipan tips sedikit. Pertama, jangan
lupain fundamental skills di matematika,
termasuk fundamental skills yang pernah lo pelajarin waktu SD dan SMP. Banyak
banget fundamental skills di matematika yang akan dipake ketika lo mempelajari
berbagai macam bab matematika lainnya. Tapi jangan khawatir. Lo nggak perlu
buka-buka buku SD dan SMP lagi untuk ngecek fundamental skills apa aja yang
mungkin lo masih kurang. Kita udah rangkum ini di beberapa video kita kok.
Contohnya diPostulat Dasar dan Basic
Mathematical Skills. Btw, fundamental skills ini
juga suka muncul ketika lo mempelajari ilmu lain, termasuk Fisika, Kimia,
Biologi, Ekonomi, bahkan Psikologi sekalipun.
Kedua, kalau
lihat persamaan yang ribet, jangan takut duluan.
Kebanyakan persamaan atau rumus-rumus itu sebenernya bisa dilihat dari cara
yang simple.
Contohnya konsep pembagian sukubanyak yang di atas.
Suku banyak – Practice, practice, practice…
Konsep suku banyak yang
dijabarin di atas tentunya baru permulaan aja. Untuk belajar konsep suku banyak
selengkapnya, bagusnya lo tonton juga video suku banyak di sini:
Seperti biasa, di kedua link itu
ada video teori, ada latihan soal, dan ada video pembahasannya juga. Coba
terapin aja konsep yang lo pelajari di sini di berbagai soal yang ada di link
itu.
[Catatan
Editor : Buat yang mau nanya atau ngobrol dengan Wisnu, langsung aja comment di bawah
artikel ini. Kalo kamu belum gabung dengan zenius, pastiin kamu gabung dengan
kita dengan sign upzenius.net]
Paket
Xpedia 2.0 untuk tahun ajaran 2016/2017 sudah tersedia! Di paket Xpedia 2.0
kamu bisa mendapatkan akses pembelajaran melalui DVD yang bisa kamu gunakan
untuk belajar secara offline. Selain itu kamu juga akan mendapatkan
voucher zenius.net berlaku sampai 1 Agustus 2017 yang bisa kamu gunakan untuk
mengakses ke 41.000+ video pembahasan materi dan 2.500+ modul latihan
soal, termasuk pembahasan soal UN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri dari beberapa
Universitas ternama seperti SIMAK UI dan UTUL UGM.
· PESAN PAKET XPEDIA 2.0 ZENIUS DI SINI!
POLINOM
SUKU BANYAK (POLINOM)
Materi-materi yang akan dibahas pada bab ini antara lain suku banyak dan
operasinya, pembagian suku banyak, teorema sisa dan teorema factor.
Sebelum
mempelajari lebih lanjut tentang suku banyak, coba kalian jawab soal-soal
berikut:
1. Jika fungsi f(x) = 5x²+4x-8,
tentukan nilai fungsi tersebut untuk x = 3.
Jawab:
f(3) = 5(3)² + 4(3) – 8
=
45 + 12 – 8
=
49
2. Jika diberikan perkalian
x(x-3)(x-4), tentukan pangkat tertinggi x dari hasil perkalian tersebut.
Jawab:
(x³-3x)(x-4) = x³-4x²-3x²+12x
3. Tentukan akar-akar dari
persamaan kuadrat x²-3x-40 = 0.
Jawab:
x³-3x-40 = 0
(x-8) (x+5)
x₁ = 8 x₂ = -5
Setelah kalian
mampu menjawab menjawab soal-soal di atas mari lanjutkan ke materi berikutnya.
A. Pengertian Suku Banyak
1. Bentuk Umum Suku
Banyak
Coba perhatikan
perkalian suku-suku aljabar berikut:
(x-1)(x+2) =
x²+x-2
x(x-1)(x+2) =x(
x²+x-2) = x³+x²-2x
(x-1)(x+2) =
x²(x²+x-2) = x⁴+x³-2x²
Bentuk-bentuk di
atas termasuk suku banyak atau polinom suku banyak adalah suatu bentuk aljabar
yang memiliki bentuk umum sebagai berikut:
an xⁿ + an₋₁xⁿ⁻¹ +an₋₂ xⁿ⁻²+ … +a₂xn-²+a₁x+a₀ dengan a₀, a₂, …, an₋₁, an
Pada bentuk umum
suku banyak di atas, terdapat beberapa istilah yang perlu dipahami, antara lain
sebagai berikut:
a. Pangkat tertinggi x, yaitu n
disebut derajat dari suku banyak tersebut.
b. an disebut
koefisien dari, xⁿ, an₋₁ disebut koefisien dari xⁿ⁻¹, … , dan a, disebut koefisien dari x.
c. Suku yang tidak memuat
variabel x, yaitu a₀ disebut suku
tetap.
Sebagai contoh, suku banyak 3x⁵+6x⁴-2x²-4x+7 adalah suku banyak
berderajat 5. Koefisien dari x⁵ adalah 3, koefisien dari x⁴ adalah -2, koefisien dari x adalah -4 dan suku tetapnya adalah 7.
Variabel dari suku banyak tidak harus x boleh dengan huruf lain, misalnya
y, z, dsb.
2. Operasi-operasi
Suku Banyak
Suku banyak juga
dapat dilakukan operasi aljabar, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan
pembagian.
a. Penjumlahan dan pengurangan
Dalam suku
banyak suku-suku yang dapat dijumlahkan atau dikurangkan adalah suku sejenis.
Artinya variabelnya sama dan pangkat variabelnya juga sama. Misalnya, x dengan
2x, 4x³ dengan 2x³, y⁴ dengan 3y⁴, 2x⁵ dengan x⁵dst.
Contoh:
1) Tentukan hasil penjumlahan
atau hasil pengurangan suku banyak dari (5x³+3x²-6)-(x²-4x+2)
Jawab:
(5x³+3x²-6)-(x²-4x+2)
= 5x³+(3x²-x²)+4x+(-6-2)
=
5x³+2x²+4x-8
b. Perkalian
Untuk
mengalihkan dua suku banyak atau lebih kita dapat menggunakan sifat
distributive perkalian terhadap penjumlahan atau pengurangan, kemudian baru
kita hitung hasil jumlahnya.
Contoh:
Jabarkanlah
(3x²+4x)(x³+5x-2)
Jawab:
(3x²+4x)(x³+5x-2) = 3x²(x³+5x-2)+4x(x³+5x-2)
= (3x⁵+15x³-6x²)+(4x⁴+20x²-8x)
= 3x⁵+4x⁴+15x³+14x-8x
3. Kesamaan Suku
Banyak
Seperti yang
telah kita ketahui, kesamaan sama artinya dengan identik dan dilambangkan
dengan ” ≡ ‟
Misalnya,
x²-25 ≡ (x-5)(x+5) dan x²
Secara umum,
kesamaan dapat dinyatakan sebagai berikut:
Misalnya f(x)
dan g(x) adalah dua buah suku banyak dengan
F(x) = anxn + an-1 xn-1+
an-2 xn-2+. . .+a0
G(x) = bnxn + bn-1 xn-1+
bn-2 xn-2+. . .+b0
F(x) = g(x) jika
dan hanya jika an = bn ; an-1 =
bn-1 ; . . . a0 = b0
Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan contoh berikut.
Contoh:
Ax2 + (
a + b ) x + (a + b +c ) identik 2x2 + 8x + 9.
Tentukan nilai a, b dan c.
Penyelesaian:
Karena kedua
polinom itu identik maka ditulis:
Ax2 + (
a + b ) x + (a + b +c ) = 2x2 + 8x + 9.
Dari
kesamaan di atas, diperoleh kesamaan koefisien
Suku x2 =>
a = 2
Suku x => a + b = 8 atau b = 8 - 26
suku tetap => a + b + c = 9
c = 9 – 2 -6 = 1
Dengan
demikian a = 2, b = 6 dan c = 1.
4. Menyatakan suku banyak sebagai rumus suatu fungsi
Suatu suku
banyak dalam variasi x dapat dinyatakan sebagai fungsi f dengan variabel x.
Misalnya, suku banyak yang telah disebutkan dalam bentuk umum suku banyak,
dapat dinyatakan sebagai fungsi f(x) sebagai berikut:
F (x ) = anxn + an-1 xn-1+.
. .+a2x2+a1+a0 . Karena berupa
fungsi, suku banyak dapat ditemukan nilainya. Untuk menentukan nilai suku
banyak dapat dilakukan dengan cara substitusi maupun cara sintetik.
a. Cara substitusi
Denagn cara ini,
nilai suatu suku banyak f(x) untuk x = k dapat diperoleh dengan menggantikan
(menyubstitusikan) naik k bagi variabel x pada suku banyak f(x) oleh karena itu
nlai suku banyak itu dapat rumuskan sebagia berikut:
Nilai suku
banyak
F (x) = anxn + an-1 xn-1+.
. .+a2x2+a1x+a0
Untuk x = k (k
bilangan real)
F (k) = ankn + an-1 kn-1+.
. .+a2k2+a1k+a0
Contoh :
Misalkan
terdapat suku banyak f (x) = 3x3 + 2x2 +
4x - 5 . Tentukan nilai suku banyak tersebut untuk x = 2 dan x = -1.
Penyelesaian:
Diketahui suku
banyak f(x) = 3x3+ 2x2 + 4x - 5 .
Untuk x = 2
diperoleh f (2) = 3(2)3 + 2(2)2 + 4(2) – 5 = 35
Untuk x = -1
diperoleh f (-1) = 3(-1)3 + 2(-1)2 + 4(-1) – 5
= -10
b. Cara Sintetik chorner
Misalkan
terdapat suku banyak f(x)= ax4 + bx3 + cx2 +
dx +e dengan menyubstitusikan nilai x = k, diperoleh:
F
(k) = ak4 + bk3 + ck2 +
dk +e
=(ak3 +
bk2 + ck + d) k + e
=
(( ak2 + bk + c ) k + d ) k + e
=
((( ak + b ) k + c ) k + d ) k + e
Dari bentuk
persamaan terakhir, nilai suku banyak f(x) untuk x =k dapat ditentukan secara
bertahap sesuai langkah-langkah sebagai berikut:
1. Kalikan a dengan k, kemudian
hasilnya ditambah b.
2. Kalikan hasil langkah ke-I
dengan k, kemudian tambahkan hasilnya dengan c.
3. Kalikan hasil langkah
ke- II dengan k, kemudian tambahkan hasilnya dengan d.
4. Kalikan hasil langkah ke-III
dengan k, kemudian tambahkan hasilnya dengan e.
Hasil
terakhir dari dari langkah-langkah tersebut adalah
F(x)
= ak4 + bk3 + ck2 + dk +e
Dalam menentukan
nilai suku banyak, cara ini didasarkan pada penguraian bentuk aljabar secara
sintetik. Oleh karena itu menentukan niali suku banyak dengan cara ini disebut
cara sintetik. Cara seperti ini pertama kali diperkenalkan oleh matematikawan
dari Jerman yang bernama Horner, sehingga cara sintetik ini disebut juga cara
Horner. Ada juga yang menyebut cara menentukan nilai suku banyak dengan cara
ini disebut cara skema atau cara bagan karena urutan langkah-langkah tersebut
dapat disajikan dalam suatu skema atau bagan sebagai berikut:
ak ak2 +
b ak3+bk2+ck a
k4+bk3+ck2+d
|
|
a ak+b ak2 +
b+c ak3+bk2+ck+d a
k4+bk3+ck2+d+e
Dalam hal ini, k
disebut faktor pengali terhadap koefisien-koefisien suku banyak.
Contoh:
Dengan
menggunakan cara sintetik, tentukan nilai suku banyak berikut:
F(x) = x4 +
3x3 – 10x2 + 4 , untuk x = 2
Penyelesaian:
1 5 0 0 4
= f(2)
Jadi nilai suku
banyak f(x)= x4 + 3x3 – 10x2 +
4 , untuk x = 2 adalah 4
B. Pembagian Suku
Banyak
Di dalam
pembagian suku banyak, kita perlu mengingat kembali dalam pengertian pembagian
pada bilangan.
Misalnya:
Terdapat
pembagian 25:4 yang hasilnya adalah 6 dan sisanya 1.
Pembagian dapat
ditulis:
25 = (4×6)+1
1. Pengertian
Pembagi, Hasil Bagi, dan Sisa Pembagi
Seperti
pembagian bilangan di atas, bilangan 25 disebut bilangan yang dibagi, 4 disebut
bilangan pembagi, 6 disebut hasil bagi dan 1 disebut sisa pembagi. Hubungan
komponen-komponen dalam pembagian secara umum dapat ditulis sebagai berikut:
Bilangan yang dibagi
= pembagi x hasil bagi + sisa
Hubungan
komponen-komponen pembagi dalam pembagian juga berlaku pada pembagian suku
banyak yang dapat ditulis sebagai berikut:
Suku banyak yang
dibagi = pembagi × hasil bagi + sisa
Dalam pembagian
bilangan ada istilah pembagian bersusun. Pembagian
bersusun dapat digunakan untuk melakukan pembagian suatu suku banyak.
Contoh:
a. (2x3+3x2+4x+1
) : ( x+1 )
Penyelesaian:
X+1 2x3+3x2+4x+1
2x3-
2x2 ……..(2)
x2+x ……..(4)
3x+3 ……..(6)
Cara
mengerjakan:
1. Bagilah 2׳ dengan ×, hasilnya
2ײ
2. Kalikan 2ײ dengan ×+1,
hasilnya 2׳+2ײ
3. Kurangkan 2׳+2ײ dari
2׳+3ײ+4×+1, hasilnya ײ+4×+1
4. Bagilah ײdengan × hasilnya ×
5. Kalikan × dengan ×+1, kemudian
kurangkan hasilnya dari ײ+4×+1, hasilnya 3×+1
6. Bagilah 3× dengan × hasilnya 3
7. Kalikan 3 dengan ×+1, kemudian
kurangkan hasilnya dari 3×+1, hasilnya -2.
Jadi, kita
peroleh hasil baginya adalah 2ײ+×+3 dan sisa pembagiannya adalah -2.
Dapat ditulis
dengan
2׳+3ײ+4×+1 =
(×+1)(2ײ+×+3)-2
2. Pembagian Suku
Banyak dengan Cara Horner
a. Pembagi Berbentuk Linear (×-k)
Misalnya suku
banyak f(×) = ax³+bײ+c×+d, dibagi oleh (×-k) hasilnya H(×) dan sisanya S.
Hubungan antara f(×), H(×) dan S.dapat dinyatakan dengan persamaan:
f(×) = (×-k)
H(×) + S
Menentukan niali
suku banyak dengan cara Horner, misalkan diberikan suku banyak f(×)
= a׳+bײ+c×+d, nilai suku banyak untuk x = k dapat ditentukan
sebagai berikut:
ak ak2 +
b ak3+bk2+ck a
k4+bk3+ck2+d
|
|
a ak+b ak2 +
b+c ak3+bk2+ck+d a
k4+bk3+ck2+d+e
Dari bagan cara
Horner, tampak bahwa a, ak + b, dan ak²+bk+c merupakan koefisien hasil bagi,
sedangkan f(k) = ak³+bk²+ck+d merupakan sisa pembagian. Pembagian di atas dapat
dilakukan dengan cara sintetik (Horner) yaitu:
Hasil bagi :
H(×) = aײ+(ak+b)×ak²+bk+c
Sisa pembagi : S
= ak³+bk²ck+d
Secara umum,
pembagian suku banyak f(×) dibagi oleh (×+k) atau (×-k) atau dengan cara
sintetik dapat dilakukan dengan kaidah:
1. Jika pembagi (×-k), faktor
pengali terhadap koefisien-koefisien suku banyak adalah k.
2. Jika pembaginya (×+k), faktor
pengali terhadap koefisien-koefisien suku banyak adalah –k.
Contoh:
Tentukan hasil
bagi dan sisa pembagian berikut:
(׳-11×+10)=(×-5)g
Penyelesaian:
(׳-11×+10)=(×-5)
1 5 14 80=sisa
b. Pembagi Berbentuk Linear
(a×+b)
Untuk pembagian
suku banyak oleh bentuk linear (a×+b), terlebih dahulu ubahlah pembagi (ax+b)
menjadi a ( x+
)
Dengan cara
sintetik horner, jika suatu suku banyak f(×) dibagi oleh ( x+
) Sisanya
f (
) dan
hasil baginya adalah f(×) dan hasil baginya adalah f(×) . Hal ini dapat ditulis
sebagai berikut:
F(x)=( x+a/b
)H(x) + F (
)
= 1/a
( ax + b)H(X ) + F (
)
=
(ax +b)H(x)/a + F(
)
Persamaan di
atas menunjukan bahwa apabila suku banyak f(×) d(aibagi oleh (a×+b), hasil
baginya adalah H(x) / a dan sisanya adalah F (
)
Dengan demikian,
jika pembagian suku banyak f(×) oleh (a×+b) dilakukan dengan cara sintetik
(Horner) dapat digunakan kaidah berikut:
1) Jika pembaginya (a×+b), faktor
pengali terhadap koefisien-koefisien suku banyak adalah 
2) Jika pembaginya (a×-b), faktor
pengali terhadap koefisien-koefisien suku banyak adalah 
Contoh:
Tentukan hasil bagi dan sisa dari pembagian berikut:
(2׳-ײ-1):(2×+3)
Penyelesaian:
(2׳-ײ-1):(2×+3)
Karena pembaginya 2×+3 = 2 (x + 3 / 2), faktor pengalinya
adalah -3 / 2
2 -4 6 -10=sisa
2
C. Pembagi Berbentuk kuadrat aײ+b×+c, untuk
a 0
Dengan
memperhatikan derajat hasil bagi dan sisa pada contoh-contoh pembagian suku
banyak f(×) dengan (×+k) dan (a×+b), secara umum kita dapat menemukan sifat
sebagai berikut:
Jika suku banyak
berderajat n dibagi oleh pembagi berderajat m, berlaku sebagai berikut:
1) Derajat hasil
bagi = derajat
suku banyak – derajat bembagi
= n
– m
2) Derajat sisa ≤ m – 1 (maksimum
m – 1)
Misalkan suku banyak
yang dibagi berderajat 4.
Jika suatu suku
banyak f(x) dibagi dengan ax²+bx+c, a ≠ 0 (untuk ax²+bx+c, a ≠ 0 yang dapat
difaktorkan maupun yang tidak dapat difaktorkan), hasil bagi dan sisa
pembaginya dapat ditentukan dengan cara pembagian bersusun.
Contoh:
Tentukan hasil
bagi dan sisa pembagian pad pembagian suku banyak
f(x) =
2x³+x²+3x+6 oleh x²+x-1.
Penyelesaian:
x²+x-1 tidak
dapat difaktorkan. Dengan pembagian bersusun, hasil bagi dan sisa pembagiannya
dapat ditentukan:
x²+x-1 2x3+
x2 + 3x+
6
2x3+2x2-
2x
-x2-
x +1
Karena derajat
6x+5 (berderajat 1) lebih rendah dari pada x²+x-1 (berderajat 2).
Jadi, hasil
pembagiannya 2x-1 dan sisanya 6x+5.
1. Teorema Sisa
|
Suku banyak yang dibagi = pembagi x hasil bagi + sisa
|
Khusus
untuk sisa pembagian suku banyak,terdapat suatu teorema yang dapat digunakan
untuk menentukan sisa pembagian itu,yaitu suku banyak f (x) dibagi oleh bentuk
linier (x-k) dan (ax+b) atau dibagi oleh bentuk kuadrat yang dapat difaktorkan
menjadi (x-a) (x-b)
2. Pembagi Berbentuk Linear (x-k)
Jika
suatu suku banyak f (x) dibagi oleh bentuk linier (x-k) hasil baginya H (x) dan
sisanya S ( S berderajat 0 sebab pembagi berderajat 1), makanya hubungan antara
komponen-komponen ini adalah sebagai berikut:
|
F (x) = (x-k) H (x) + S
|
Nilai Sisa S pada pembagian ini dapat ditentukan
dengan teorema berikut :
|
Jika suku banyak f (x) dibagi oleh (x-k) mempunyai sisa S maka S = F (x)
|
Bukti :
Dari persamaan F (x)=(x-k) H (x) + S, untuk x=k, maka
F(x) = (k-k) H (x) + S
= 0 x
H (x) + S
= S
Jadi Terbukti bahwa S = F (x)
contoh :
· Tentukan sisa pada pembagian
suku banyak berikut :
(x6 –
4x4 + 22- 27) : (x + 2)
jawab :
(x6 –
4x4 + 22- 27) : (x+2)
sisa = F (2)
= (-2)6 –
4 (-2)4+2 (-2)-27
= 64-64+8-27
= -19
· Tentukanlah nilai k jika x3-(2k-1)x2+3x+(3h-2):
(x+2) sisa -7
jawab:
Cara sintetik
|
|
2 1 -2k+1 3 3k-2
1 -2k-1 4k+5 -5k-12
Sisanya -5K-12 = -7↔ -5k =5 ↔ k=-1
3. Pembagi Berbentuk
linear (ax+b)
|
F (x) = ( ax+b) H(x) + S
|
Jika Suku banyak F (x) dibagi dengan (ax+b) sisanya S
= F (-
)
Bukti :
Jika kita mensubstitusikan x = -
pada
persamaan F (x) diatas kita peroleh :
F (-
) =
H(x) +S
=
0 x H (x) + S
=
S
jadi terbukti bahwa F (-
) = S
atau S = F (-
)
contoh :
Tentukan pembagiaan sisa suku banyak (3x4 +
2x3 – 8) dibagi oleh (2x + 4)
jawab :
Pada Pembagian tersebut terlihat bahwa 2x + 4 = 2
(x+2) sehingga faktorisasinya adalah-2
|
|
3
|
2
|
0
|
0
|
-8
|
|
|
-6
|
8
|
-16
|
32
|
|||
|
|
3
|
-4
|
8
|
|
24
|
-
|
jadi sisanya adalah 24
4. Pembagi
Berbentuk Kuadrat yang Dapat Di faktorkan Menjadi (x-a) (x-b)
Jika suku banyak f (x) dibagi oleh (x-a)(x-b) memberikan hasil
bagi H (x) dan sisa S (x) maka diperoleh hubungan berikut :
|
F (x) = (x-a) (x-b) H (x) + S (x)
|
Sisa pada Pembagian tersebut dapat ditentukan dengan
teorema berikut :
|
Jika suku banyak f (x) dibagi (x-a)(x-b) mempunyai Sisa S (x) maka
S (x) = px + q
Dengan F (a0 = pa + q dan F (b) = pb + q
|
Bukti :
karena pembagiannya adalah (x-a) (x-b) maka derajat
pembagi adalah 2. Oleh karena itu, sisa pembagiannya adalah f (x), yaitu S (x)
berderajat kurang dari atau sama dengan 1. berarti S (x) = px + q, dengan
f (a) = (a-a) (x-b) H (b) + S (a)
= S
(a)
= pa
+ q
dan F (b) = (b-a)
(b-b) H (b) + S (b)
=
S (b)
=
pb +
q
Contoh :
v Tentukan sisanya jika 3x3 + 8x2 – x -11
dibagi x2 + 2x – 3
penyelesaian :
Misalkan Sisanya berbentuk px + q.
3x3 +
8x2 – x -11 = (x2 + 2x – 3) H (x)
+(px+q)
Untuk x = 1
3 (1)3 + 8(1)2 – 1 -11
= (1 – 1) (1 + 3) H (1) +(p + (1) + q)
⇔ 3 + 8 – 12 = p + q
⇔ -1 = p + q atau p + q = -1………………………………(1)
Untuk x = -3
3 (-3)3 + 8(-3)2 + 3
-11 = (-3 – 1) (-3+ 3) H (-3) +(p + (-3) + q)
⇔ -81 + 72 – 8 = -3p + q
⇔ -17 = -3p + q atau 3p – q = 17 ………………………(2)
dari persamaan (1) dan (2), diperoleh
p + q = -1
3p – q = 17 +
4p = 16 ⇔ P = 4
Dengan menyubstitusikan nilai P = 4 ke persamaan (1),
diperoleh 4 + q = -1 atau q = -5.
jadi, sisanya adalah 4x – 5
5. Bentuk Suku
Banyak yang Habis dibagi
Apabila sisa dari suatu pembagian adalah nol, maka
dikatakan bahwa suku banyak itu habis dibagi oleh pembagi tersebut. Misalkan
suku banyak f (x) habis dibagi oleh (x- k). Berdasarkan teorema sisa, sisa
pembagian itu adalah f (k). Oleh karena itu, untuk x = k maka f (x) = 0 dan
berlaku hubungan f (x) = (x – k) H (x). Berdasarkan uraian tersebut , dapat
disimpulkan sebagai berikut :
|
Suatu suku banyak f (x) habis dibagi oleh (x –k) jika dan hanya jika f
(k) = 0
|
Contoh :
v Tunjukan bahwa 2x3 +
3x2 + x + 6 habis dibagi oleh x + 2.
Penyelesaian
:
Diketahui f (x) = 2x3 +
3x2 + x + 6
Untuk x = -2 maka f (-2) = 2 (-2)3 +
3 (-2)2 – 2 + 6
=
- 16 + 12 = 4 = 0
karena f (-2) = 0 maka 2x3 +
3x2 + x + 6 habis dibagi x + 2
v Tentukan nilai dari a dan b
jika suku banyak x3 – ax 2+ 5x + b habis dibagi
oleh x2– 2x – 3.
Penyelesaian
:
karena suku banyak x3 –
ax 2+ 5x + b habis dibagi oleh x2 – 2x – 3 maka
sisanya 0 sehingga berlaku
x3 –
ax 2+ 5x + b = (x2 – 2x – 3)H(x)
⇔ x3 – ax 2+ 5x + b = (x + 1) (x
-3)H(x)
Untuk x = -1
(-1)3 –a(-1)2 +
5(-1) + b = (-1 + 1)(-1-3)H(-1)
⇔ -1-a-5+b = 0 atau –a +b = 6 ……………………………………..(1)
Untuk x = 3
(3)3 –a(-3)2 +
5(3) + b = (3 + 1)(3 -3)H(-3)
⇔ 27 – 9a + 15 + b = 0 atau -9a + b = -42…………………… (2)
Dari persamaan (1) dan (2), diperoleh a = 6 dan b =
12.
jadi, nilai a = 6 dan b = 12
6. Menentukan Sisa
pembagian Oleh Pembagi (x – a) (x – b)
Kita
telah pelajari bagaimana cara menetukan sisa pembagian suatu suku banyak oleh
pembagi yang berbentuk (x – a) (x – b). sekarang kita akan menentukan sisa
pembagian dengan menggunakan rumus.
Misalkan
suku banyak f (x) dibagi oleh (x – a) (x – b). akibatnya, sisa pembagian
berbentuk linier (px + q). mengapa demikian ? Jika hasil pembagian H(x) dan
sisa pembagian S(x) = px + q, berlaku sebagai berikut :
|
F(x) = (x – a) (x – b)H(x) + px + q
|
Dengan menyubstitusikan x = a dan x = b ke persamaan
tersebut, diperoleh sebagai berikut
· Untuk x = a
f(a) =
(a – a)(a – b)H((a)+pa + q
⇔f(a) = pa + q
· Untuk x = b
f(b)
= (ab– a)(b – b)H((b)+pb + q
⇔f(b) = pb+ q
jika f(a) dikurangkan dengan F(b), diperoleh
f(a) –
f(b) = (pa + q) – (pb + q)
⇔f(a) – f(b) = p(a – b)
⇔p = 
Dengan Menyubstitusikan
nilai p ke f(a) = pa + q, diperoleh
f(a) =
a + q
q
= f(a) - 
= 
= 
Jadi, diperoleh S(x) sebagai berikut :
S(x) =
px + q
⇔ S(x) =
x +
jika suku banyak f(x) dibagi oleh (x – a)(x – b), sisa
pembagian S(x) dirumuskan dengan:
|
S(x) =
|
contoh :
v Fungsi f(x) dibagi x – 1 sisanya 3, sdangkan jika dibagi x – 2 sisanya 4,
Tentukan sisanya jika dibagi (x2 -3x + 2).
penyelesaian :
f(x) dibagi x2 -3x + 2 = (x – 1)(x –
2), berarti a = 1 dan b = 2
f(x) dibagi x – 2 sisanya 4, berarti f(2) = 4.
Oleh karena itu, sisanya adalah
S(x) =
x +
⇔ S(x)
=
x +
⇔ S(x) = x +
2
Jadi, sisa pembagiannya adalah x + 2
D. Teorema Faktor
1. Pengertian Faktor
Apabila suatu
suku banyak dibagi oleh suatu pembagi memberikan sisa 0, dapat dikatakan bahwa
pembagi itu merupakan faktor dari suku banayk tersebut. Pertanyaan ini
dinamakan teorema faktor yang dapat ditulis sebagai berikut :
Misalkan terdapat suatu suku banyak f (x). bentuk
(x-k) merupakan faktor dari f (x) jika dan hanya jika f (x) = 0 ,
jika f (x) = an xn + an-1 xn-1+
…+a1x+ a0 dan (x-k) merupakabn salah satu faktor
dari f (x) maka nilai k yang mungkin adalah faktor- faktor bulat dari a0 dibagi
dengan faktor- faktor bulat dari an atau
dirumuskan K = 
2. Menentukan Faktor Linier Suku
Banyak dengan Teorema Faktor
Telah dipelajari
bahwa, misalkan suku banyak f (x) dibagi oleh (x-k) maka sisa pembagiannya
adalah f (x). Disamping itu telah diketahiu pola bahwa suku banyak f (x) habis
dibagi oleh (x-k0 jika dan hanya jika f (x) = 0 akibat dari ketentuan tersebut
adalah sebagai berikut :
jika f (x) = o maka x= k memenuhi persamaan f (x) = 0
atau x = k adalah akar dari persamaan f (x) = 0 Dengan kata lain dapat ditulis
sebagai berikut ;
jika (x – k) adalah faktor dari suku bnyak f (x) maka
x=k adalah akar dari persamaan f(x)=0
Contoh :
Carilah
nilai a agar pecahan
dapat
disederhanakan
penyelesaian ;
Pecahan
= 
Agar dapat
disederhanakan,pembilang dan penyebut pecahan itu harus mempunyai faktor yang
sama. Pada pecahan tersebut terlihat bahwa faktor dari pembilang adalah
). Hal ini
berarti, penyebut harus dibagi 
· x2 + ax +6
habis dibagi (2x-1), berarti
↔
+
+ 6 = 0
↔ 
↔ a =
-11,5
· x + ax +6 habis dibagi (x +
3), berarti :
(-3)2 +
a (-3) +6 = 0
↔ 9 – 3a +6 = 0
↔ 3a = 15
↔ a
= 5
jadi, nilai a =
- 11,5 atau a = 5
3. Penyelesaian
Persamaan Berderajat Tinggi
jika persamaan berderajat tinggi
|
an xn + an-1 xn-1 +
… +a1 x + a0= 0
|
mempunyai akar,paling banyak terdapat n akar, n akar
semuanya real, mungkin sebagian real dan sebagian tidak real
jika semua akarnya real,suku banyak tersebyt dapat
difaktorkan menjadi
(x – x1) (x-x2)(x- x3)…
(x- xn = 0 )
contoh :
jika (x – x1) untuk I = 1,2,3…,n merupakan
faktor dari F (x) maka F (x1) = 0 dan x1merupakan akar
persamaan F (x) = 0
Buktikan bahwa x3 + x2-x +
2 =0 hanya mempunyai akar real
Penyeleseainnya :
Faktor- faktor bulat dari 2 adalah
2 sehingga nilai K yang mungkin adalah
1 dan
2 dengan cara pembagian sintetik
diperoleh :
|
|
1
|
1
|
-1
|
2
|
|
-2
|
2
|
-2
|
||
|
|
1
|
-1
|
|
0
|
jadi, x3 + x2-x
+ 2 = (x+2) (x-x+ 1)
Perhatikan bentuk x2 – x+1 =
0,Diskriminan dari x2 – x+1 = 0 adalah D = b2- 4ac =
(-12)- 4 (1) (1) = -3
,karena diskrimiannya negative,maka
akar- akar persamaan x2– x+1 = 0 tidak real.Jadi, persamaan x3 +
x2-x + 2 =0 hanya mempunyai satu akar real yaitu x = -2
E. Jumlah dan Hasil kali Akar- Akar Persamaan Suku
Banyak (Pengayaan)
Tentu
kita masih ingat dengan jumlah dan hasil kalin akar – akar persamaan kuadrat
(persamaan suku banyak berderajat 2) ? Pada persamaan tersebut jumlah dan hasil
kali akar- akarnya adalah sebagai berikut :
Untuk
ax2+bx+c =0 , akar – akarnya adalah x1 dan x2,.
Jumlah dan hasil kali akar – akarnya adalah
x1
+ x2 =
dan x1x2 = 
Persamaan suku
banyak berderajat n mempunyai paling banyak n akar bilangan
real . cara mengetahui jumlah dan hasil kali akar – akarnya, sama dengan cara
menentukan jumlah dan hasil kali akar – akar pada persamaan suku banyak
berderajat dua.
1.persamaan suku banyak berderajat tiga adalah ax3 +
bx2 + cx+d = 0
a) x1 +
x2 + x3 = 
b) x1x2 +
x1x3 + x2x3 = 
c) x1x2 x3 =
2. Persamaan suku banyak berderajat 4 dengan akar –
akarnya x1,x2, x3 dan x4
Bentuk persamaan suku banyak berderajat 4 adalah 2x4 +
bx3 + cx2+dx+e= 0.
1) x1+,x2+, x3+x4 = 
2) x1x2 + x1x3 +
x1x4+x2x3+x2x4+
x3x4= 
3) x1x2 x3 + x1x2 x4+
x1x2x3+ x2x3x4 = 
4) x1x2 x3x4 = 
Selain rumus – rumus diatas, x1x2 yang
perlu di ingat adalah
a) x12 +
x22 = (x1+x2)2 –
2x1x2
b) x12 + x22 + x32 =
(x1+,x2+, x3)2 –
2 (x1x2 + x1x3+x2x3)
c)x13 +
x23+ x33 = (x1+,x2+, x3)3 –
3x1x2x3(x1+,x2+, x3)
Contoh:
Diketahui persamaan suku banyak 2x3-12x2-10x+16=0.
Jika x1,x2 dan x3 adalah
akar-akarnya, tentukan
a. x1+,x2+, x3:
b. x1x2 + x1x2+x1x4+x2x3:
c. x1x2 x3.
Penyelesaian:
Persamaan suku banyak 2x3-12x2-10x+16=0,
Berarti a=2,b=-12,c=-10,dan d= 16.
a. x1+,x2+, x3 =
= 
= 6
b. x1x2+x1x3+
x2x3 = 
= 
=
-5
c. x1x2 x3. =
= 
= - 8
home » contoh
soal matematika » contoh suku banyak KUMPULAN SOAL DAN PEMBAHASAN SUKU BANYAK
TEOREMA SISA Updated by Admin of Bahan Belajar Pada umumnya kita dapat
menyelesaikan permasalahan suku banyak atau polinomial dengan menggunakan
prinsip teorema sisa, teorema sintesis, dan prinsip teorema faktor. Dengan
menguasai tiga prinsip teorema tersebut, maka permasalahan tentang suku banyak
akan dapat diselesaikan. Selain konsep dasar, hal lain yang harus kita
perhatikan dalam menyelesaikan suatu permasalahan adalah mengenali model soal.
Dengan banyak berlatih, maka pembendaharaan kita akan model-model soal akan
semakin berkembang dan hal itu akan sangat berguna. Seorang murid yang sering
berlatih akan cenderung lebih mudah mengerjakan beberapa persoalan karena ia
sudah tahu kemana arah soal tersebut sementara seorang murid yang jarang
mengerjakan soal pasti akan cenderung kebingungan saat menemukan soal yang
berbeda sedikit saja dari contoh yang diajarkan. Kumpulan Soal Polinomial dan
Teorema Sisa Mulailah mengenali model-model soal yang kerapkali muncul. Berikut
beberapa model soal yang tentang suku banyak : Menentukan nilai suatu suku
banyak dengan variabel bebas tertentu Menentukan suku banyak jika yang
diketahui hanya pembagi dan sisa pembagian Menentukan hasil bagi atau sisa
pembagian suatu suku banyak oleh suatu pembagi tertentu Menentukan hasil bagi
atau sisa pembagian suatu suku banyak oleh suatu pembagi tetapi suku banyak
tidak diketahui. Yang diketahui hanya sisa bagi suku banyak jika dibagi oleh
beberapa pembagi lainnya. Menentukan nilai koefisien suatu suku banyak
jika sisa pembagian dan pembagi diketahui. Menentukan akar dari suatu suku
banyak dengan teorema faktor Menentukan faktor suatu suku banyak Menentukan
Nilai Suku Banyak Diketahui suku banyak F(x) = x3 - 2x2 - x - 5. Nilai F(x)
untuk x = 3 sama dengan ... A. 1 B. 3 C. 6 D. 9 E. 12 Nilai suku banyak F(x) =
x4 - 3x3 + 2x2 -10 untuk x = 2 adalah ... A. 10 B. 4 C. 0 D. -4 E. -10
Menentukan Suku Banyak Jika Pembagi dan Sisa bagi diketahui Suku bayak
berderajat 3 jika dibagi dengan (x2 - x - 6) bersisa (5x - 2), jika dibagi
dengan (x2 - 2x - 3) bersisa (3x + 4). Suku banyak tersebut adalah ... A. x3 -
2x2 + x + 4 B. x3 - 2x2 + x - 4 C. x3 - 2x2 - x - 4 D. x3 - 2x2 + 4 E. x3 - 2x2
- 4 Menentukan Hasil Bagi atau Sisa Bagi Suku Banyak Hasil bagi dan sisa
pembagian suku banyak F(x) = x2 - 4x + 7 jika dibagi oleh (x - 2)
berturut-turut adalah ... A. (x - 2) dan -3 B. (x - 2) dan 3 C. (x - 2) dan 1
D. (x + 2) dan -3 E. (x + 2) dan 1 Suatu suku banyak x4 - 3x3 - 5x2 +
x -6 dibagi oleh ( x2 - x - 2), sisanya sama dengan ... A. 16x + 8 B. 16x - 8
C. -8x + 16 D. -8x - 16 E. -8x - 24 Menentukan Sisa Pembagian Suku Banyak Jika
Suku Banyak Tidak Diketahui Suku banyak f(x) jika dibagi (x - 2) sisanya 24 dan
f(x) dibagi (x + 5) sisanya 10. Jika f(x) tersebut dibagi dengan (x2 + 3x -
10), maka sisanya sama dengan ... A. x + 34 B. x - 34 C. x + 10 D. 2x + 20 E.
2x - 20 Jika f(x) dibagi oleh x2 - 2x sisanya 2x + 1 dan jika dibagi oleh x2 -
3x sisanya 5x + 2. Jika dibagi oleh x2 - 5x + 6, maka sisanya akan sama dengan
... A. 22x - 39 B. 12x + 19 C. 12x - 19 D. -12x + 19 E. -22x + 49 Suatu fungsi
f(x) dibagi (x - 1) sisanya 3, sedangkan jika dibagi (x - 2) sisanya 4. Jika
dibagi dengan x2 - 3x + 2, maka sisanya adalah ... A. - x - 2 B. x + 2 C. x - 2
D. 2x + 1 E. 4x- 1 Suatu suku banyak f(x) dibagi oleh (x - 2) sisanya 8, jika
dibagi (x + 3) sisanya -7. Sisa pembagian suku banyak f(x) oleh x2 + x - 6
adalah ... A. 9x - 7 B. x + 6 C. 2x + 3 D. x - 4 E. 3x + 2 Suatu suku banyak
P(x) dibagi oleh (x2 - 1) sisanya (12x - 23) dan jika dibagi oleh (x - 2),
sisanya 1. Sisa pembagian suku banyak oleh (x2 - 3x + 2) adalah ... Pembahasan
» A. 12x - 23 B. -12x + 1 C. -10x + 1 D. 24x + 1 E. 24x - 27 Menentukan Nilai
Koefisien Suatu Suku Banyak Suku banyak (2x3 + 5x2 + ax + b) dibagi oleh (x +
1) sisanya 1 dan jika dibagi oleh (x - 2) sisanya 43. Nilai dari a + b sama
dengan ... A. 13 B. 10 C. 8 D. 7 E. 4 Diketahui suku banyak P(x) = 2x4 + ax3 -
3x2 + 5x + b. Jika P(x) dibagi (x - 1) sisa 11 dan dibagi (x +
1) sisa -1, maka nilai (2a + b) adalah ... A. 18 B. 10 C. 8 D. 6 E. 4 Suku
banyak f(x) = x3 + ax2 - bx - 5 dibagi (x - 2) memberikan hasil bagi x2 +
4x + 11 dan sisa 17. Nilai a + b sama dengan ... A. -1 B. 0 C. 1 D. 2
E. 3 Jika x3 - 1 = (x - 2)(x - 3)(x + a) + bx + c maka nilai
dari b - c adalah ... A. 50 B. 24 C. 18 D. 15 E. -4 Suku banyak x4 + ax3 + 2x2
+ bx + 5 jika dibagi oleh (x - 2) bersisa 7, sedangkan jika suku banyak
tersebut dibagi (x + 3) sisanya sama dengan 182. Nilai dari a2 -
4ab + 4b2 adalah ... A. 25 B. 20 C. 15 D. 10 E. 8 Menentukan Akar
Dari Suatu Suku Banyak Banyaknya akar-akar real dari x4 - 3x3 - 3x2 +
7x + 6 = 0 adalah ... A. 2 B. 3 C. 4 D. 5 E. 6 Salah satu akar persamaan
x3 + 5x2 - 9x - n = 0 berlawanan dengan akar lainnya maka nilai x12 + x22 + x32
sama dengan ... A. 48 B. 46 C. 44 D. 43 E. 40 Persamaan 2x3 + px2 + 7x + 6
= 0 mempunyai akar x = 2. Jumlah ketiga akar persamaan itu adalah ... A. -9 B.
2½ C. 3 D. 4½ E. 9 Jika akar-akar persamaan x3 - 12x2 + 44x + k = 0
membentuk barisan aritmatika, maka nilai k yang memenuhi persamaan tersebut
adalah ... A. -48 B. -42 C. -24 D. 40 E. 48 Bila akar-akar persamaan x4 - 8x3 +
ax2 - bx + c = 0 membentuk deret aritmatika dengan beda 2, maka : A. a =
-8, b = -15, c = 16 B. a = 8, b = 15, c = -16 C. a = 14, b = -8, c = 15 D. a =
-16, b = 8, c = -15 E. a = 14, b = -8, c = -15 Menentukan Faktor Suku Banyak
Salah satu faktor dari 2x3 - 5x2 - px + 3 adalah (x + 1). Faktor lain dari
suku banyak tersebut adalah ... A. (x - 2) dan (x - 3) B. (x + 2) dan (2x - 1)
C. (x + 3) dan (x + 2) D. (2x + 1) dan (x - 2) E. (2x - 1) dan (x - 3) Jika x3
- 12x + ka habis dibagi (x - 2), maka ia habis dibagi dengan ... A. x - 1
B. x + 1 C. x + 2 D. x - 3 E. x + 4 Jika (2x + 1) adalah faktor dari 2x5 - 3x4
+ 7x2 - x + p, maka nilai dari p2 + p sama dengan ... A. 6 B. 4 C. 2 D. 1
E. -2 Diketahui g(x) = 2x3 + ax2 + bx + 6 dan h(x) = x2 + x - 6
adalah faktor dari g(x). Nilai a yang memenuhi adalah ... A. -3 B. -1 C. 1 D. 2
E. 5 Diketahui (x - 2) dan (x - 1) merupakan faktor dari P(x) = x3 + ax2 -
13x + b. Jika akar dari P(x) adalah x1, x2, dan x3 dengan x1 > x2 >
x3, maka nilai dari x1 - x2 - x3 adalah ... A. 8 B. 6 C. 4 D. 2 E. 1
Sumber: http://bahanbelajarsekolah.blogspot.co.id/2014/11/kumpulan-soal-dan-jawaban-suku-banyak-teroema-sisa.html
Content is Courtesy of bahanbelajarsekolah.blogspot.com
Sumber: http://bahanbelajarsekolah.blogspot.co.id/2014/11/kumpulan-soal-dan-jawaban-suku-banyak-teroema-sisa.html
Content is Courtesy of bahanbelajarsekolah.blogspot.com
Rumus
Contoh Soal Suku Banyak Matematika, Materi, Teorema Faktor dan Sisa, Persamaan, Nilai,
Pembagian Biasa, Bentuk Umum, Horner, Substitusi - Anda telah mempelajari fungsi aljabar di SMP, misalnya fungsi
y = x2 – 1.
Fungsi y = x2 – 1
merupakan fungsi suku banyak. Pada bab ini konsep, tersebut akan dikembangkan
sehingga Anda akan mempelajari bagaimana menjabarkan suku banyak menjadi
perkalian beberapa suku banyak. Cara menjabarkan suku banyak tersebut akan Anda
pelajari pada bab ini. Salah satu manfaat mempelajari bab ini untuk menyelesaikan
masalah berikut. Hubungan antara jarak yang ditempuh x(t) dan waktu yang
dibutuhkan (t) untuk gerak sebuah mobil dinyatakan oleh x(t) = 48t2 – 3t. Dalam hal
ini, x(t) dalam meter dan t dalam menit. Dengan menggunakan konsep suku banyak,
Anda dapat menghitung jarak mobil setelah bergerak 5 menit.
1. Pengertian Suku Banyak
1.1. Suku Banyak, Derajat Suku Banyak, Koefisien Suku Banyak, dan Suku Tetap
Anda
telah memahami bahwa grafik y = (x
+ 2)2 diperoleh dengan cara menggeser grafik y = x2 sejauh 2 satuan ke
kiri, seperti diperlihatkan pada Gambar 1.
|
Gambar 1. Grafik y = (x + 2)2 diperoleh
dengan cara menggeser grafik y = x2 sejauh 2 satuan ke
kiri.
|
Adapun
grafik y = (x – 1)3 diperoleh
dari grafik y = x3 dengan
cara menggeser grafik dari y = x3 sejauh 1
satuan ke kanan seperti diperlihatkan pada Gambar 2.
|
Gambar 2. Grafik y = (x – 1)3 diperoleh
dari grafik y = x3 dengan cara menggeser grafik
dari y = x3 sejauh 1 satuan ke kanan.
|
Amati
keempat persamaan berikut.
y =
x2
y =
(x + 2)2 = x2 + 4x + 4
y =
x3
y = (x – 1)3 =
x3 – 3x2 + 3x – 1
Ruas
kanan keempat persamaan itu merupakan suku banyak dalam peubah (variabel) x.
Suku banyak x3 – 3x2 + 3x – 1 terdiri
atas empat suku, yaitu suku ke-1 adalah x3, suku ke-2 adalah –3x2, suku ke-3
adalah 3x, dan suku ke-4 adalah –1.
Derajat
suatu suku banyak ditentukan oleh pangkat tertinggi dari variabel pada suku
banyak tersebut. Jadi, derajat dari suku banyak x3 – 3x2 + 3x – 1
adalah 3. Koefisien suku banyak dari x3, x2, dan x berturut-turut adalah 1, –3, dan 3.
Adapun
–1 dinamakan suku tetap (konstanta).
Dari
uraian tersebut, dapatkah Anda menyatakan suku banyak berderajat n? Cobalah
nyatakan suku banyak derajat n secara umum. Secara umum, suku banyak dalam
peubah x berderajat n ditulis sebagai berikut.
P(x) = anxn + an–1 xn–1 + an–2 xn–2 +… + a2 x2 + a1x + a0
Cara
penyusunan suku banyak berdasarkan pangkat x yang berkurang dengan an, an–1 , … , a1 adalah
koefisien-koefisien suku banyak yang merupakan konstanta real dan an ≠ 0.
a0 = suku tetap yang merupakan
konstanta real
n =
derajat suku banyak dan n adalah bilanga cacah
1.2. Penjumlahan, Pengurangan, dan Perkalian Suku Banyak
Diketahui,
f(x) = –3x3 – x2 + 2x dan g(x) = x8 + 2x5 – 15x2 + 6x + 4
•
Penjumlahan suku banyak f(x) dengan g(x) adalah :
f(x)
+ g(x)= (–3x3 – x2 + 2x) + (x8 + 2x5 – 15x2 + 6x + 4) = x8 + 2x5 – 3x3 – 16x2 + 8x + 4
•
Pengurangan suku banyak f(x) dengan suku banyak g(x) adalah :
f(x)
– g(x) = f(x) + (–g(x))
=
(–3x3 – x2 + 2x) + (–x8 – 2x5 + 15x2 – 6x – 4)
= –x8 – 2x5 – 3x3 + 14x2 – 4x – 4
•
Perkalian suku banyak f(x) dengan suku banyak g(x) adalah :
f(x)
× g(x) = (–3x3 – x2 + 2x) (x8 + 2x5 – 15x2 + 6x + 4)
=
–3x11 – 6x8 + 45x5 – 18x4 – 12x3 – x10 – 2x7 + 15x4 – 6x3 – 4x2 + 2x9 + 4x6 – 30x3 + 12x2 + 8x
= –3x11 – x10 + 2x9 – 6x8 – 2x7 +
4x6 + 45x5 – 3x4 – 48x3
Cobalah
Anda tentukan g (x) – f(x) dan g(x) × f(x).
Apakah
f(x) – g(x) = g(x) – f(x)?
Apakah
f(x) × g(x) = g(x) × f(x)?
Jelaskan
dengan kata-kata Anda sendiri, kemudian bacakan di depan kelas.
Ingatlah
:
Misalkan,
f(x) suku banyak berderajat m dan g(x) suku banyak berderajat n,
- f(x) + g(x) adalah suku banyak yang derajatnya adalah maksimum m atau n.
- f(x) – g(x) = f(x) + (–g(x)) adalah suku banyak berderajat maksimum m atau n.
- f(x) × g(x) adalah suku banyak berderajat tepat sama dengan (m + n).
Contoh Soal Suku Banyak 1
Diketahui
suku banyak f(x) dan g(x) sebagai berikut.
f(x)
= 2x4 – 3x2 + 5x – 6
g(x) = 2x2 – 7x + 10
Tentukan :
a. f(x) + g(x)
b.
f(x) – g(x)
c.
f(x) × g(x)
Pembahasan 1
a.
f(x) + g(x) = (2x4 –
3x2 + 5x – 6) + (2x2 – 7x + 10)
=
2x4 – x2 – 2x + 4
b.
f(x) – g(x) = (2x4 –
3x2 + 5x – 6) – (2x2 – 7x + 10)
=
2x4 – 5x2 + 12x – 16
c.
f(x) × g(x) = (2x4 –
3x2 + 5x – 6) – (2x2 – 7x + 10)
= 2x4 (2x2 – 7x + 10) – 3x2 (2x2 – 7x + 10) + 5x (2x2 – 7x + 10) – 6 (2x2 – 7x + 10)
= 4x6 – 14x5 + 20x4 – 6x4 + 21x3 – 30x2 + 10x3 – 35x2 + 50x – 12x2 + 42x – 60
= 4x6 – 14x5 + 14x4 + 31x3 – 77x2 + 92x – 60
2. Cara Menentukan Nilai Suku Banyak
2.1. Cara Substitusi
Anda
dapat menentukan nilai g(x) = sin (1/x) untuk x = (2/π) dan x =
, yaitu :
g (2/π) = sin
= sin (π/2) = 1
g
= sin
= sin π = 1
g (2/π) = sin
g
Akan
tetapi, Anda akan mengalami kesulitan jika harus menentukan g(π) = sin (1/π) karena (1/π) bukan
merupakan sudut istimewa.
Lain
halnya dengan fungsi suku banyak, berapa pun nilai yang diberikan pada
peubahnya, Anda dengan mudah dapat menentukan nilai suku banyak itu.
Diketahui,
suku banyak P(x) = 3x4 – 2x2 + 5x – 6 maka :
•
untuk x = 1, diperoleh P(1) = 3(1)4 – 2(1)2 + 5(1) – 6 = 0
•
untuk x = –1, diperoleh P(–1) = –10
•
untuk x = 0, diperoleh = –6
•
untuk x + 2 = 0 atau x = –2, diperoleh P(–2) = 24
•
untuk x – 2 = 0 atau x = 2, diperoleh P(2) = 44
Kemudian,
misalkan suku banyak P(x) = 5x3 + 4x2 – 3x – 2 maka :
•
untuk x = k + 1, diperoleh :
P(k
+ 1) = 5 (k + 1)3 + 4
(k + 1)2 – 3 (k + 1) –
2
P(k + 1) = 5 k3 + 19 k2 +
20k + 4
•
untuk x = k – 1, diperoleh :
P(k – 1) = 5 (k – 1)3 + 4 (k – 1)2 – 3 (k – 1) – 2 = 5k3 – 11k2 + 4k
•
untuk x = –k
P(–k) = –5k3 + 4k2 + 3k – 2
•
untuk x = –k + 1, diperoleh :
P(–k + 1) = –5k3 + 19k2 – 20k + 4
Dari
uraian tersebut, dapatkah Anda menduga rumus menentukan nilai suku banyak?
Cobalah nyatakan rumus tersebut dengan kata-kata Anda sendiri. Konsep yang
telah Anda pelajari tersebut memperjelas ketentuan berikut.
Nilai
suku banyak :
P(x) = anxn + an–1xn–1 + an–2xn–2 + ...+ a2x2 + a1x + a0,
untuk x = k di mana k suatu bilangan real adalah :
P(k) = ankn + an–1kn–1 + an–2kn–2 + ... + a2k2 + a1k + a0
2.2. Cara Skema
Untuk
menentukan nilai dari suatu suku banyak dengan nilai tertentu bagi peubahnya
akan lebih mudah jika Anda menggunakan cara skema dibandingkan dengan cara
substitusi. Agar lebih jelas, pelajari uraian berikut.
Diketahui :
P(x) = 3x4 + 2x2 – 5x + 6
P(x) = 3x4 + 2x2 – 5x + 6
P(x) dapat pula disusun sebagai berikut.
P(x)
= 3x4 + 2x2 – 5x + 6
=
3x4 + 0x3 + 2x2 – 5x + 6
=
(3x3 + 0x2 + 2x – 5) x + 6
=
[(3x2 + 0x + 2) x – 5]
x + 6
= [[(3x + 0 )x + 2] x – 5] x + 6
…(1)
Jika
nilai x = 2 disubstitusikan pada persamaan (1) maka :
P(2)
secara bertahap diperoleh sebagai berikut.
P(x)
= [[(3x + 0)x + 2] x – 5]x + 6
P(2)
= [[(3.2 + 0)2 + 2]2 – 5]2 + 6 = [(6.2 + 2)2 – 5]2 + 6
P(2) = (14.2 – 5) 2 + 6 = 23.2 + 6 = 52
Mari
menganalisis proses pada perhitungan tersebut.
•
Langkah ke-1 menghitung (3.2) + 0 = 6
•
Langkah ke-2 menghitung (6.2) + 2 = 14
•
Langkah ke-3 menghitung (14.2) – 5 = 23
•
Langkah ke-4 menghitung (23.2) + 6 = 52
Langkah-langkah
itu dapat disajikan dalam bagan (skema) sebagai berikut.
Perhitungan
untuk memperoleh P(2) dapat disajikan melalui skema berikut. Namun, amatilah
bahwa ada dua operasi dalam proses ini, yaitu perkalian dan penjumlahan.
•
Nilai x = 2 dituliskan pada baris pertama skema, kemudian diikuti oleh
koefisien setiap suku dari pangkat tertinggi ke terendah dan suku tetap.
•
Operasi aljabar pada skema tersebut adalah perkalian dan penjumlahan.
•
Tanda panah menyatakan “kalikan dengan nilai x = 2”.
Secara
umum, perhitungan nilai suku banyak :
P(x) = anxn + an–1xn-1 + an–2xn–2 + .... + a2x2 + a1x + a0
untuk x = k menggunakan cara skema, diperlihatkan pada Gambar 3.
dengan:
An = an
An – 1 = An(k) + an – 1
An – 2 = An–1(k) + an – 2 . .
. .
. .
A2 = A3(k) + a2
A1 = A2(k) + a1
A0 = A1(k) + a0
Cara
menghitung nilai suku banyak dengan menggunakan skema ini merupakan dasar untuk
melakukan pembagian suku banyak dengan cara Horner (W. G. Horner 1786–1837).
Contoh Soal Suku Banyak 2
a.
Hitunglah nilai f(x) = 2x4 – 4x3 + 4x – 2 untuk x =
–6 menggunakan cara skema.
b.
Suku banyak f(x) = 2x5 – 3x4 + 2x3 – px + 10, untuk x
= 2 adalah f(2) = 38. Berapakah nilai p?
Penyelesaian 2
f(2)
= 38
f(2)
= 42 – 2p
↔ 38 = 42 – 2p
↔ 2p = 4
↔ p = 2
3. Pembagian Suku Banyak
3.1. Pengertian Pembagi, Hasil Bagi, dan Sisa Pembagian
Masih
ingatkah Anda dengan pembagian bersusun pada bilangan bulat? Jika ya, coba
tentukan pembagian 156 oleh 8. Proses pembagian suku banyak pun mempunyai
proses yang hampir sama dengan pembagian bilangan bulat. Untuk mengetahui hasil
bagi dan sisa pembagian suku banyak, Anda perlu menguraikan suku banyak menjadi
perkalian beberapa suku banyak. Agar lebih jelasnya, pelajari uraian berikut.
Amati
perkalian-perkalian berikut.
a.
(x + 1)(x + 2)(2x – 3) = (x2 +
3x + 2)(2x – 3) = 2x3 + 3x2 –
5x – 6
b. (x – 1)(x3 – 3) = x4 – x3 – 3x + 3
Amatilah
proses perkalian tersebut dengan saksama. Dari perkalian (x + 1)(x + 2)(2x –
3), dihasilkan suatu suku banyak 2x3 + 3x2 – 5x – 6.
Dengan kata lain, jika diberikan atau diketahui suatu suku banyak, dapatlah
suku banyak itu difaktorkan. Dengan demikian, Anda dapat lebih mudah melakukan
pembagian terhadap suatu suku banyak.
Diketahui,
P(x) = x3 – 7x2 + 4x + 50 adalah
suku banyak berderajat 3.
Pembagian P(x) oleh x – 3 dengan cara pembagian biasa adalah sebagai berikut.
Coba
Anda jelaskan langkah-langkah yang dilakukan dalam pembagian tersebut. (x – 3)
adalah pembagi dari P(x), sedangkan hasil bagi dari P(x) adalah x2 –
4x – 8 dan sisa pembagiannya adalah 26.
Jadi,
(x3 – 7x2 + 4x + 50) : (x
– 3) = x2 – 4x – 8 dengan sisa 26. Akibatnya, suku banyak
P(x) dapat ditulis sebagai x3 – 7x2 +
4x + 50 = (x – 3 ) (x2 – 4x – 8) + 26 atau P(x) = (x – 3) ×
H(x) + sisa … (i),
dengan
H(x) = x2 – 4x – 8 dan sisa = 26.
Jika
nilai x = 3 disubstitusikan pada persamaan (i), diperoleh :
P(3)
= (3 – 3 ) × H(3) + sisa = 0 × H(3) + sisa = sisa
Jadi,
sisa pembagian oleh (x – 3) terhadap P(x) adalah P(3).
Dari
uraian tersebut, dapatkah Anda menduga bentuk umum pembagian suku banyak?
Cobalah nyatakan bentuk tersebut dengan kata-kata Anda sendiri. Konsep
pembagian suku banyak yang telah Anda pelajari tersebut memperjelas ketentuan
berikut.
Sisa
pembagian oleh (x – k) terhadap P(x)
= anxn + an–1xn–1 + an–2xn–2 + .... + a2x2 + a1x + a0 adalah
P(k) atau P(x) = (x – k) H(x) + sisa dengan sisa = P(k).
Informasi untuk Anda :
Ada beberapa lambang yang digunakan untuk pembagian. Lambang yang paling umum digunakan adalah seperti tanda kurung dengan garis horizontal pada bagian atasnya ( )─ ). Tanda kurung diperkenalkan pada awal tahun 1500. Beberapa waktu kemudian, tanda garis horizontal ditambahkan. Adapun lambang “ : “ (disebut obelus) kali pertama digunakan sebagai pembagi sekitar tahun 1650. Lambang tersebut diperkenalkan oleh Matematikawan Inggris, John Pell.
Ada beberapa lambang yang digunakan untuk pembagian. Lambang yang paling umum digunakan adalah seperti tanda kurung dengan garis horizontal pada bagian atasnya ( )─ ). Tanda kurung diperkenalkan pada awal tahun 1500. Beberapa waktu kemudian, tanda garis horizontal ditambahkan. Adapun lambang “ : “ (disebut obelus) kali pertama digunakan sebagai pembagi sekitar tahun 1650. Lambang tersebut diperkenalkan oleh Matematikawan Inggris, John Pell.
Contoh Soal 3
Tentukan
sisa pembagian untuk suku banyak (3x4 + 2x2 + 5x – 1) : (x – 1)
Jawaban :
Sisa
= P(1) = 3.14 + 2.12 + 5.1 – 1 = 9.
3.2. Pembagian Suku Banyak dengan Cara Horner
3.2.1. Pembagian Suku Banyak dengan (x – k)
Anda
telah mengetahui P(x) = anxn + an – 1xn – 1 + an – 2 xn – 2 + … + a2 x2+ a1x + a0 dibagi (x – k) hasil baginya adalah
H(x) dan sisanya P(k). Secara matematis, ditulis P(x) = (x – k)H(x) + sisa,
dengan sisa = A0 = P(k).
Diketahui
P(x) = a3x3 + a2 x2 + a1x + a0 dan (x – k) adalah
pembagi P(x). Oleh karena P(x) berderajat 3 dan (x – k) berderajat 1 maka
derajat H(x) adalah (3 – 1) = 2 dan derajat sisa adalah (1 – 1) = 0.
Diketahui,
H(x) = b2 x2 + b1x + b0 dan sisa = Ao maka
suku banyak P(x) dapat ditulis :
Berdasarkan
kesamaan suku banyak tersebut (pada kedua ruas), Anda dapat menentukan nilai
b2, b1, b0, dan A0 dengan langkah-langkah sebagai
berikut.
•
Langkah ke-1: b2 = a3
•
Langkah ke-2: b1 – b2k=
a2 → b1 =
a2 + b2k = a2 + a3k
•
Langkah ke-3: b0 – b1k
= a1 → b0 =
a1 + b1k = a1+ (a2 + a3k)k = a1 + a2k + a3k2
•
Langkah ke-4: A0 – b0k
= a0 → A0 =
a0 + b0k
= a0 + (a1 + a2k + a3k2)k
= a0 + a1k + a2k2 + a3k3.
Proses
perhitungan nilai b2,
b1, b0, dan A0 dapat disajikan
dalam skema berikut.
Contoh Soal 4
a.
Tentukan hasil bagi dan sisa pembagian dari (4x3 –
10x2 + 14x – 15) : (x
–5) menggunakan
cara Horner.
b.
Jika fungsi suku banyak P(x) = 6x5 + 41x4 + 97x3 + px2 + 41x + 6 habis
dibagi dengan (x – 3), tentukan nilai p.
Pembahasan 4
a.
Jadi,
hasil bagi dari (4x3 – 10x2 + 14x – 15) oleh (x –5) adalah 4x2 + 10x + 64
dan sisanya adalah 305.
b.
P(x) = 6x5 + 41x4 + 97x3 + px2 + 41x + 6 habis dibagi dengan (x – 3) maka sisa pembagiannya sama dengan nol sehingga 7.527 + 9p = 0
↔ 9p
= –7.527
↔ p = – 836
(1/3)
Ingatlah
:
Dari
Contoh 4 (a) diperoleh sisa pembagian adalah nol. Dikatakan suku banyak P(x)
habis dibagi oleh ax + b.
3.2.2. Pembagian Suku Banyak dengan (ax + b)
Untuk menentukan hasil bagi dan sisa pembagian suku banyak (x3 – 2x2 + 3x – 5) : (2x + 3), terlebih dahulu Anda harus menuliskan bentuk (2x + 3) menjadi 2(x + 3/2).
Dengan
demikian,
(x3 – 2x2 + 3x – 5) : (2x + 3) = (x3 – 2x2 + 3x – 5) : 2(x + 3/2)
Dengan
menggunakan cara Horner untuk x = – 3/2 diperoleh skema sebagai berikut.
Pembagian
suatu suku banyak oleh (ax + b) dinyatakan sebagai berikut.
Diketahui,
k = - (b/a) maka bentuk (x – k) dapat dinyatakan sebagai :

Pembagian
suku banyak P(x) oleh (x + b/a) memberikan hubungan berikut.
P(x)
= (x + b/a) H(x) + sisa
=
1/a (ax + b) H(x) + sisa
=
(ax + b)
+ sisa ....(*)
Persamaan
(*) merupakan suku banyak P(x) dibagi (ax + b) memberikan hasil bagi H(x) dan
sisa pembagian. Nilai sisa dan koefisien-koefisien H(x) ditentukan dengan cara
pembagian Horner untuk x = – (b/a).
Ingatlah
:
Dari
contoh tersebut, jika pembagian suku banyak menghasilkan sisa sama dengan nol,
dikatakan P(x) habis dibagi oleh (x – k) dan (x – k) disebut faktor dari P(x).
Contoh Soal 5
Tentukan
hasil bagi dan sisa pembagian dari (4x3 – 10x2 + 14x – 15) : (2x
– 5) menggunakan cara Horner.
Penyelesaian 5
Jadi,
hasil baginya adalah
= 2x2 + 7 dan sisanya adalah 20.
3.2.3. Pembagian Suku Banyak dengan ax2 + bx + c, dengan a ≠ 0
Pembagian
(x3 – x2 + 4x – 4) oleh (x2 – 1) dapat
dituliskan sebagai berikut:
P(x)
= (x2 – 1 ) H(x) + sisa = (x + 1) (x – 1)
H(x) + (A1x + A0)
untuk
x = 1 diperoleh P(1) = 0 . H(x) + (A0 + A1(1) ) = A1 + A0
untuk
x = –1 diperoleh, P(–1) = 0 . H(x) + (A0 + A1(–1))
= – A1 + A0
Dari
pembagian Horner ini diperoleh :
Dengan
demikian, sisa pembagian adalah A0 + A1x, yaitu –5 +
5x.
Coba
Anda tentukan pembagian (x3 – x2 + 4x –4) : (x2 – 1)
dengan pembagian biasa seperti pada bilangan bulat. Adapun hasil bagi
ditentukan sebagai berikut.
Jadi,
H(x) = b1x + b0 = x – 1.
Coba amati kembali bagan tersebut. Sisa dari pembagian mana angka 5?
Untuk
pembagian suku banyak oleh P(x) = ax2 + bx + c,
a ≠ 0, di mana P(x) tidak dapat difaktorkan maka digunakan cara pembagian
biasa, seperti pada bilangan. Adapun untuk P(x) yang dapat difaktorkan
digunakan cara pembagian biasa dan skema Horner.
4. Teorema Sisa
Diketahui, P(x) = anxn + an – 1 xn – 1 + … + a2x2 + a1x + a0
Cara
Anda menentukan sisa pembagian dari pembagian suku banyak P(x) oleh bentuk (x –
k), (ax + b), dan (ax2 + bx + c), baik dengan cara Horner
maupun dengan cara pembagian biasa telah dipelajari pada pelajaran sebelumnya.
Sekarang
amatilah persamaan berikut:
P(x)
= f(x) . H(x) + S
P(x)
: suku banyak yang dibagi
f(x)
: pembagi
H(x)
: hasil bagi
S :
sisa pembagian
Jika
P(x) berderajat n dan f(x) berderajat m (m ≤ n) maka derajat H(x) dan S
masing-masing sebagai berikut.
•
derajat H(x) adalah (n – m)
•
derajat maksimum S adalah (m – 1)
4.1. Pembagian dengan Pembagi (ax + b)
Jika
f(x) = ax + b, merupakan pembagi dari P(x) maka hubungan antara P(x) dan f(x)
dapat ditulis sebagai berikut.
P(x)
= (ax + b)
+ S, berlaku untuk setiap x bilangan real.
Oleh
leh karena f(x) berderajat satu maka S berderajat nol.
Jadi,
konstanta S sama dengan A0.
Sisa
pembagian dapat ditentukan dengan menggunakan teorema berikut.
Teorema
1 :
Jika
suku banyak P(x) yang berderajat n dibagi dengan (ax + b) maka sisanya adalah
P(- b/a).
Bukti:
harus ditunjukkan bahwa S = P (- b/a) Jika suku banyak P(x) berderajat n dibagi
dengan (ax + b), bentuk pembagian itu dituliskan sebagai berikut :
P(x)
= (ax + b)
+ S … (1)
Selanjutnya,
substitusikan nilai x = - b./a ke persamaan (1) sehingga diperoleh :
Jadi,
sisa = P(- a/b) Teorema terbukti.
Contoh Soal 6
Carilah
sisa pembagian dari (4x3 + 2x2 – 4x + 6) : (x –
3) tanpa melakukan pembagian terlebih dahulu.
Jawaban 6
Suku
banyak P(x) = 4x3 + 2x2 – 4x + 6 dibagi
dengan (x – 3) sisanya adalah
S =
P (3/1) = P(3) (berdasarkan Teorema 6.1).
Jadi,
dengan menyubstitusikan x = 3 ke dalam fungsi P(x), diperoleh :
P(3)
= 4.33 + 2.32 – 4.3 + 6 = 120.
Dengan
demikian, sisa pembagiannya adalah 120.
Contoh Soal 7
Tentukanlah
p agar pembagian (6x2 + 7x – 5) : (px – 1) menghasilkan
sisa pembagian yang bernilai 0.
Kunci Jawaban 7
Suku
banyak P(x) = 6x2 + 7x – 5 dibagi dengan (px – 1),
sisanya adalah :
S =
P (1/p) (berdasarkan Teorema 1). Jadi, dengan mensubstitusikan x = 1/P ke
dalam fungsi P(x), diperoleh :
sehingga
sisa pembagian adalah : 
Sisa
pembagian sama dengan nol maka berlaku :
Penyebut
tidak boleh sama dengan nol sehingga :
–5p2 + 7p + 6 = 0
5p2 – 7p – 6 = 0
Dengan
menggunakan rumus abc diperoleh :
4.2. Pembagian dengan Pembagi (x – a)(x – b)
Suatu
suku banyak p(x) yang dibagi oleh f(x) = (x – a) (x – b), dapat dituliskan
sebagai berikut.
P(x)
= (x – a) (x – b) H(x) + S … (1)
berlaku
untuk setiap x bilangan real.
f(x)
= (x – a) (x – b) berderajat 2 sehingga sisanya berderajat maksimum satu, atau
S = A0 + A1x.
Coba
Anda jelaskan mengapa sisanya berderajat maksimum satu.
Dengan demikian, persamaan (1) dapat dituliskan sebagai berikut.
P(x)
= (x – a) (x – b) . H(x) + A1x + A0
Sisa
dapat ditentukan dengan teorema sisa, yaitu sebagai berikut.
•
Untuk pembagi (x – a), diperoleh sisa :
P(a) = 0. H(a) + A1(a) + A0
P(a)
= A1a + A0 … (2).
• Untuk pembagi (x – b), diperoleh sisa :
P(b) = 0. H(b) + A1(b) + A0
P(b)
= A1b + A0… (3).
Dari
persamaan 2 dan 3, dapatkah Anda menemukan rumus berikut.
Contoh Soal 8 ( Soal Ebtanas 1999)
Suatu
suku banyak P(x) dibagi oleh (x2 – 1)
sisanya (12x – 23) dan jika dibagi oleh (x – 2) sisanya 1. Sisa pembagian suku
banyak oleh (x2 – 3x + 2) adalah ....
Jawaban 8
(x2 – 1) = (x + 1)(x – 1)
Jika
P(x) dibagi (x – 1), sisanya S = f(1) = 12(1) – 23 = – 11.
Jika
P(x) dibagi (x – 2) sisa S = f(2) = 1 (diketahui).
Jika P(x) dibagi (x2 – 3x + 2)
= (x – 2)(x – 1) sisanya adalah :
Jadi,
S = 12x – 23
Contoh Soal 9
Jika
suku banyak P(x) dibagi oleh (x – 2), sisanya 8. Adapun jika P(x) dibagi oleh (x2 – x – 6), sisanya (3x – 6). Berapa sisa pembagian P(x)
oleh (x2 – 4)?
Jawaban 9
Pernyataan
P(x) dibagi oleh (x – 2) bersisa 8 dapat ditulis dalam bentuk persamaan P(x) =
(x – 2) H(x) + 8 yang berlaku untuk setiap x bilangan real.
Untuk
x = 2, diperoleh P(2) = 8.
Pernyataan
P(x) dibagi oleh (x2 – x – 6) bersisa (3x – 6) dapat
ditulis dalam persamaan
P(x)
= (x – 3) (x + 2) H(x) + 3x – 6 yang berlaku untuk setiap x bilangan real.
•
Untuk x = 3, diperoleh P(3) = 3.
•
Untuk x = –2, diperoleh P(–2) = –12.
Misalkan,
sisa pembagian P(x) oleh x2 – 4
adalah S = A1 x
+ A0 maka bentuk pembagian dapat dituliskan dalam
persamaan P(x) = (x + 2) (x –
2) H(x) + A1 x + A0 yang berlaku untuk setiap x bilangan
real.
•
Untuk x = 2, diperoleh P(2) =
2A1 + A0 =
8 ....(*)
•
Untuk x = –2, diperoleh P(–2) =
–2A1 + A0 =
–12 ....(**)
Dari
persamaan (*) dan (**) diperoleh A0 = –2 dan A1 = 5 (coba
buktikan!)
Jadi,
sisa pembagian P(x) oleh (x2 – 4) adalah S = 5x – 2.
5. Teorema Faktor
5.1. Pengertian Teorema Faktor
Pandanglah
suku banyak P(x) dan pembagi ax + b. Kemudian, amati kembali Teorema 5.1 dengan
saksama. Jika sisanya 0, apa yang terjadi dengan (ax + b)? Sebagai akibat dari
Teorema 5.1, jika sisa 
P(x)
= (ax + b)
+ 0
↔ P(x) = (ax +
b)
dengan a ≠ 0.
Hal
ini menunjukkan bahwa (ax + b) adalah suatu faktor dari P(x). Dengan demikian,
dapat dikatakan jika P(x) adalah suatu polinom, ax + b adalah pembagi, dan sisa
pembagiannya adalah 0 atau
= 0 maka ax + b adalah faktor dari P(x).
Ingatlah
:
Selain
untuk menentukan faktor suatu suku banyak, teorema faktor dapat pula digunakan
untuk menentukan koefisien-koefisien suku banyak yang belum diketahui.
Contoh Soal 10
Tentukan
nilai k sehingga (x + 3a) merupakan faktor dari x3 +
(ak + 2a) x2 + 18a3
Pembahasan 10
Berdasarkan
teorema faktor maka :
f(–3a)
= 0
(–3a)3 + (ak + 2a) (–3a)2 + 18a3 = 0
–27a3 + (ak + 2a) 9a2 + 18a3 = 0
–27a3 + 9a3k + 18a3 + 18a3 = 0
(–27
+ 9k + 36) a3 = 0
(9 + 9k) a3 = 0
atau
9 +
9k = 0
9k
= –9
k =
–1
Teorema
2 :
Jika P(x) = anxn + an–1 . xn–1 + . . . + a1 . x + a0 dengan ai
bilangan bulat, i = 1, 2, ..., n dan p bilangan bulat dengan p merupakan harga
nol dari P(x) maka p adalah pembagi a0.
Bukti
:
Misal,
p bilangan bulat yang merupakan harga nol P(x) maka :
P(p)
= an pn + an–1 . pn–1 + … + a1 p + a0 = 0
an pn + an–1 . pn–1 +… + a1 p = –a0
p(an . pn–1 + an–1 . pn–2 + … + a1) = –a0
Oleh
karena p adalah bilangan bulat dan ai juga adalah bilangan bulat maka ruas kiri
persamaan tersebut merupakan bilangan bulat. Jadi, p pembagi dari a0 (terbukti).
Contoh Soal 11
Tentukanlah
faktor-faktor dari P(x) = x3 + 4x2 + x – 6.
Pembahasan 11
P(x)
berderajat 3 sehingga maksimum faktornya berderajat satu yang diperoleh 3 buah.
Jika (x – k) merupakan faktor dari P(x) = x3 + 4x2 + x – 6
maka nilai k yang diperoleh adalah pembagi bulat dari –6, yaitu ±1, ±2, ±3, dan
±6. Nilai-nilai k tersebut disubstitusikan pada P(x).
•
Untuk k = –1 → P(–1) = (–1)3 + 4(–1)2 + (–1) – 6 = –4.
P(–1)
≠ 0 maka (x + 1) bukan faktor dari P(x).
•
Untuk k = 1 → P(1) = 13 + 4 . 12 + 1 – 6 = 0.
P(1)
= 0 maka (x – 1) faktor dari P(x).
•
Untuk k = –2 → P(–2) = (–2)3 + 4(–2)2 – 2 – 6 = 0
P(–2)
= 0 maka (x + 2) faktor dari P(x).
•
Untuk k = 2 → P(2) = 23 +
4 . 22 + 2 – 6 = 20
P(2)
≠ 0 maka (x – 2) bukan faktor dari P(x).
•
Untuk k = –3 → P(–3) = (–3)3 + 4(–3)2 – 3 – 6 = 0
P(–3)
= 0 maka (x + 3) faktor dari P(x).
•
Untuk k = 3 → P(3) = 33 +
4 . 32 + 3 – 6 = 60
P(3)
≠ 0 maka (x – 3) bukan faktor dari P(x).
Jadi, P(x) = x3 + 4x2 + x – 6 mempunyai satu faktor linear
(x – 1), (x + 2), dan (x + 3).
5.2. Penggunaan Teorema Faktor untuk Mencari Akar Persamaan Suku Banyak
Diketahui,
P(x) suku banyak dengan bentuk:
P(x) = anxn + an–1 . xn–1 + … a1x + a0
(x
– k) adalah faktor linear P(x) jika dan hanya jika k akar persamaan P(x) = 0.
Jika suku banyak P(x) berderajat n maka persamaan P(x) = 0 maksimum mempunyai n
buah akar.
Contoh
Soal 12 :
Tentukan
akar-akar bulat untuk suku banyak x2 – 2x – 3 =
0.
Penyelesaian
:
Akar
bulat untuk x2 – 2x – 3 adalah pembagi bulat dari
–3, yaitu
k =
{±1, ±3}.
Suku
banyak P(x) = x2 – 2x – 3 berderajat 2 sehingga
maksimum banyak akar persamaan adalah dua. Untuk memperoleh akar-akar tersebut,
hitunglah P(k) untuk setiap nilai k. (lihat Teorema 2)
•
Untuk k = 1 → P(1) = 12 –
2 . 1 – 3 = –4.
P(1)
≠ 0 sehingga x = 1 bukan akar persamaan suku banyak x2 – 2x – 3 = 0.
•
Untuk k = –1 → P(–1) = (–1)2 – 2(–1) – 3 = 0.
P(–1)
= 0 sehingga x = –1 akar persamaan suku banyak x2 – 2x – 3 = 0.
•
Untuk k = 3 → P(3) = 32 –
2 . 3 – 3 = 0.
P(3)
= 0 sehingga x = 3 akar persamaan suku banyak x2 – 2x – 3 = 0.
Dua buah akar persamaan suku banyak
x2 – 2x – 3 = 0 telah
diperoleh, yaitu x = –1 dan x = 3 sehingga P(–3) ≠ 0. Jadi, akar-akar bulat
untuk x2 – 2x – 3 = 0
adalah x = – 1 dan x = 3.
Anda
sekarang sudah mengetahui Suku
Banyak. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.
Referensi
:
Djumanta,
W. 2008. Mahir Mengembangkan Kemampuan Matematika 2 : untuk Kelas XI Sekolah
Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, Jakarta. p. 250.





























Komentar
Posting Komentar